April 23, 2009 oleh lingkarluar
Bukannya membuat proyek padat karya sebagaimana zaman Soeharto eh malahan membuat BLT. Setiap orang yang terdata miskin musti mengantri sedekah dari negara.
Mendidik masyarakat dengan kesal mengantri pula bukannya mengajari melek bank, ngerti ATM. Kenapa gak dibuatkan rekening gratis untuk ditransfer.
Kesal tapi bangga dan tidak malu menjadi miskin. Disebut miskin kok bangga. Menerima sedekah kok bangga. Mengapa tidak membuat proyek padat karya aja sih. Nyapu jalanan kek. Bersihkan selokan kek.
BLT by bank hanya perlu untuk warga yang lanjut usia dan invalid saja. Selainnya mustinya kerja dong. Dipekerjakan dgn bayaran lebih mahal daripada seharusnya untuk proyek yang diada2kan.
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
April 23, 2009 oleh lingkarluar
KPU memang sumber masalah dan tidak tahu malu ataukah semata-mata karena keras kepala dan kebodohan.
Entahlah. Yang jelas, jika KPU saat ini mengakui kesalahannya dan mengajukan pengunduran diri sebagai pertanggungjawaban moral jelas hanya akan memperparah keadaan. Jika KPU mundur maka tuntutan Pemilu Ulang lengkap sudah argumentasi dan justifikasinya.
Jika tetap tidak tahu malu maka Presiden SBY pusing. Jika tahu malu dan mundur maka lebih pusing lagi. Buah simalakama mulu deh.
Jika Presiden SBY mengakui KPU membuat kesalahan fatal dan harus diundurkan pun demikian pula.
Belum lagi dahulu KPU malah meninjau kesiapan Pemilu di Cikeas. Kebodohan ataukah ingin mencari muka. Tanyakan pada siapa? Rumput yang bergoyang kaleeee…..
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
April 17, 2009 oleh lingkarluar
Gonjang-ganjing Pemilu 2009 telah membuat presiden “kesal” dan menumpahkannya dalam sebuah pidato. Situasi telah serba sulit untuk Presiden SBY. Kasian… memang Presiden SBY gak salah kok. Tetapi partai2 yang “nge-reseh-in” pemilu kali ini juga gak salah. Posisi mereka memang harus demikian. Memojokkan Presiden, karena memang presiden memiliki kewenangan untuk memberhentikan KPU yang sekarang jika tidak ini itu. Masalahnya siapa yang memiliki otoritas melakukan penilaian atas kinerja KPU. Undang-undang telah membuat Presiden menjadi serba salah.
Harusnya di UU disebutkan, jika dinilai oleh DPR KPU tidak berkinerja bagus maka bisa memberikan rekomendasi pada Presiden untuk memberhentikan KPU dan mengangkat pejabat baru dengan persetujuan DPR. Presiden jadi enak jika bunyi UU adalah sedemikian. Lha, sekarang siapa yang berhak menilai kinerja KPU…?
Harusnya KPU yang tahu diri. Jangan malah tidak tahu malu dan nekat mengakui dirinya berprestasi. Tampaknya beban kekeliruan KPU coba dialihkan pada partai dan masyarakat. Error nih KPU yang sekarang. KPU 2004 memang korup dan dibego-begoin birokrat KPU dari jalur karir kayaknya. Mereka memang ikutan menikmati tetapi sekaligus menjadi korban dari para koruptor profesional dan berpengalaman di tubuh birokrasi.
So, KPU tahu diri dong… Mengajukan pengunduran diri kek. Kemudian harus diusut tuntas apakah semua kekacauan ini by design ataukah semata-mata karena kebodohan. Dari sisi hukum akan berbeda konsekuensinya. Sebagaimana UU PT, ketidaktahuan adalah alasan yang tidak bisa diterima.
Sedang menunggu KPU mengundurkan diri euy….
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
April 16, 2009 oleh lingkarluar
Tahun2 Orde Baru. Diinstruksikan orangtua yang keduanya PNS untuk mencoblos GOLKAR. Masak sih bisa ketahuan kalau mencoblos yang lain. Sebenarnya males tetapi berhubung ibu meminta terus-menerus untuk mencoblos mengingat bokap adalah Ketua TPS gak enak kalau ada keluarga yang tak datang mencoblos. Akhirnya pilih PPP ae lah. Bukan karena PPP islami atau apapun. Tetapi karena I HATE GOLKAR waktu itu. Mosok bokap nyokap diintruksikan untuk memerintahkan keluarganya nyoblos Golkar. Yang bener aje dong…. Kalau ketahuan gak coblos Golkar bisa berabe.
Tahun 1999, KTP-ku masih Jawa tinggal di Bojong Gede, tetapi surveyor dari KPU mendata yang akhirnya aku mendapatkan surat pemilih. Mengingat saat itu masihlah sebagai Ketua Umum PMII Cabang Depok (underbow NU) dan banyaknya teman yang menjadi caleg dari PKB maka tanpa ba bi bu coblos PKB deh. Walaupun akhirnya aku tahu pasti banyak yang gak beres setelah menjadi legislatif. Minimal kekayaannya pada meningkat akseleratif melebihi gaji dan pengeluaran yang seharusnya dari jabatan legislatif. Di Jawa juga mendapat undangan memilih.
Tahun 2004, KTP-ku tercatat di Kemang, Jakarta Selatan. Tinggal di Depok tetapi tetap saja mendapatkan undangan memilih. Mungkin pendata cukup bicara dengan “Sang Penjaga Kost” ttg data2 penghuninya. Akhirnya golput di Legislatif tetapi pilih SBY di pilpres bukan karena dia yang terbaik tetapi hanya karena tidak sreg dengan calon lainnya.
Tahun 2009, KTP Kemang masih berlaku. Tinggal di Depok dan Bandung. Dan tak ada undangan memilih dari manapun. Dan memang dari dulu males ngurusin. So, diriku tidak terdata sedikitpun. Tidak juga dianggap sebagai Golput wong terdata juga kagak. Ternyata memang kacau balau pemilu kali ini. Panda Nababan dapil Sumatera kok bisa menang di Banyumas. hehehe….
Gak tahu gimana pilpres nanti deh. Tetapi melihat talkshow2 di TV jadi sebel euy kagak tercatat di manapun. Cucian deh gue… Kasihan deh gue…
BTW, dalam kamus pemiluku yang ada hanya LUBE tanpa R. Jurdil bukan urusanku secara langsung.
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
April 16, 2009 oleh lingkarluar
Pengalaman pribadi aja:
Tahun 1999: KTP ku masih KTP Jawa dan aku kuliah di Universitas Indonesia, tinggal di Bojonggede, gak ada ujung gak ada pangkal aku dapat undangan memilih.
Tahun 2004. KTP Kemang, tinggal di Depok. Gak tahu-menahu prosesnya aku dapat undangan memilih. Ternyata di Jawa juga masih terdapftar sebagai pemilih.
Tahun 2009. KTP Kemang masih berlaku dan aku tidak mendapatkan undangan memilih dari manapun.
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
April 7, 2009 oleh lingkarluar
Ternyata carjer HP di RRC ada sama untuk semua HP. Semua strategi yang simple tetapi dahsyat. Maka mereka bisa maju dan memperoleh banyak manfaat dari penyeragaman ini.
Indonesia harusnya juga begitu. Ambillah unsur yang mirip dari teknologi dan wajibkan penyeragaman maka industri di bidang ini akan berkembang di Indonesia.
Kalau Mas Bowo menang kelak semoga aja mengadopsi strategi ini. Laptop yang dibagikan ke mahasiswa musti berkembang industrinya di Indonesia sendiri. Yang sudah bisa dibuat dalam negeri musti dibuat di sini. Perhatikan unsur yang bisa dibuat seragam. Misalkan baterai atau apalah….
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
April 2, 2009 oleh lingkarluar
Menyimak kampanye partai-partai. Prabowo dan Gerindra menunjukkan kelasnya. Di saat yang lain saling berbalasan maka Gerindra strict to the plan. Gerindra tetap dengan program-programnya yang jelas jauh lebih baik dan lebih terukur dibandingkan selainnya.
Profile dan kepribadiannya pun terlebih gaya dan cara berbicaranya sangatlah menarik dan D-Gooh bangetz. Walaupun jelas bukan yang ideal tetapi inilah yang terbaik dari semua yang ada. Sejuta lapotop…! Mencabut UU BHP…! Begini begitu dan juga angka-angka lainnya yang terukur. Juga tidak berlebihan ttg Program 100 hari. Ini masalah2 besar mengapa muluk2 dengan angka target 100 hari. Negara ini harus dikelola dengan hati2, dengan perhitungan yang matang. Di saat yang sama juga diperlukan keberanian dan kecepatan dalam bertindak.
Amazing. Analisis seorang jendral dari keluarga terpandang dan terpelajar.
Sang Jenderal terlatih dan memiliki kapasitas yang diperlukan untuk memimpin bangsa ini. Dengan ini secara resmi saya mencabut dukungan pada Jendral S******o. Dengan segala hormat setelah mencermati berbagai perkembangan.
Satu-satunya yang berani bersumpah Demi Allah, hina saya jika demikian. Dan seterusnya. Jika seseorang telah berani bersumpah atas nama Tuhan Semesta Alam maka menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk percaya. Urusan selanjutnya telah menjadi urusan antara tersumpah dan Tuhan Semesta Alam.
Bagaimana caranya kita membuat acara PERSUMPAHAN NASIONAL. Seluruh kandidat yang menjagokan diri sebagai presiden dan jika perlu sebenarnya seluruh calon legislatif diambil sumpahnya secara terbuka menurut tata cara Imam Ja’far Ash-Shadiq as jika mengambil sumpah dari seorang munafikin. Agar urusan selanjutnya biarlah menjadi urusan tersumpah dan Allah -Tuhan Semesta Alam-.
Bagaimana merealisasikannya yah…? I have no power to realize this idea.
Ditulis dalam ke-Indonesiaan-ku | Leave a Comment »
Maret 28, 2009 oleh lingkarluar
Perkembangan bencana lumpur Lapindo Brantas semakin tidak jelas dari hari ke hari. Yang terjadi saat ini adalah PT Minarak harus melawan masyarakat dan pemerintah hampir2 cuci tangan bersih2. Seluruhnya dibebankan pada PT Minarak. Bahkan ada perdebatan bencana ini murni kejadian alam ataukah kesalahan prosedur pengeboran. Padahal jelas-jelas lumpur tidak akan keluar jika PT Minarak tidak mengebor minyak. Dan PT Minarak tidak akan mengebor jika tidak mendapatkan ijin dari pemerintah.
Pemberian ijin bukankah seharusnya diikuti dengan pertanggungjawaban pula. So, pemerintah sudah seharusnyalah bertanggung jawab pada masyarakat. Baru kemudian pemerintah menuntut pertanggungjawaban PT Minarak. Itulah konsekuensi dari pemberian ijin. Saat pemberian ijin tidak bisa dikatakan pemerintah meminta ijin pada masyarakat karena memang pemerintah memiliki hak untuk dan atas nama negara dan masyarakat.
So, pemerintah harusnya menanggulangi kerugian2 yang muncul dari bencana yang merupakan akibat dari pemberian ijin pengeboran pada PT Minarak. Then, pemerintah menuntut pertanggungjawaban PT Minarak atas ijin yang dimilikinya. Bukan menghadapkan PT Minarak dengan masyarakat. Bukan PT Minarak vs. Masyarakat tetapi kemudian PT Minarak vs Pemerintah (untuk dan atas nama masyarakat).
Dan bentuknya bukan pembelian tanah dan rumah warga yang terlanda lumpur. Jual beli dalam keadaan terpaksa adalah jelas tidak adil. Yang harus diberikan adalah ganti rugi akibat tidak bisa digunakannya hak milik warga. Namun warga tetap memiliki hak milik atas property-nya. Jika lumpur telah selesai maka warga berhak untuk menggunakan kembali property-nya. Selama belum bisa maka pemerintah harus memberikan ganti kerugian yang ditimbulkan akibat pemberian ijin pada PT Minarak.
Kenapa bangsa ini suka menempatkan masalah tidak pada tempatnya yah? Tanya Ken-Aapa…?
Ditulis dalam ke-Indonesiaan-ku | Leave a Comment »
Maret 26, 2009 oleh lingkarluar
Hari ini membacai Pikiran Rakyat yang mengulas BLA. Ternyata gudang2 senjata yang diledakkan cuman dikit. Ternyata setelah kembali dari pengungsian banyak yang telah menguasai tanah2 pengungsi. Jelas bangsa sendiri pelakunya. Ternyata setelah kembali dari pengungsian banyak yang kedinginan kagak punya rumah karena di-obonk.
Udah gitu gak mau ngaku kalau maunya meniru strategi perang di Eropa. Jadi ingat kata guruku sejarah di SMA. Mungkin meniru strategi Rusia menghadapi serbuan Nazi. Karena hanya mereka yang tahu kalau musim dingin di Rusia adalah mematikan. Sedangkan musim dingin di Bandung justru menyejukkan buat tentara2 Sekutu. Udah biasa hidup di freezer mereka. Ingat, negeri Eropa adalah sebuah Freezer mahaluas.
Tidur di udara terbuka Bandung sama sekali tidak membawa masalah buat mereka. So, dimana letak benefit objektif dari peristiwa Bandung Lautan Api. Saat ini biasanya hanya dikutip masalah semangatnya tanpa pernah berani membicarakan benefitnya bagi perjuangan bangsa. Kesia2an ataukah sebuah strateji jitu? Karena tugas tentera sekutu hanyalah melucuti tentara Jepun di Indonesia dengan masa tugas sampai tahun 1946. Then Belanda sebagai pemilik sah menurut hukum internasional masa itu akan datang. Pendahuluannya pun telah mengorbankan ribuan rumah rakyat. Meninggalkan konflik agraria-horisontal yang parah. Juga 20.000
mati di Surabaya.
Jika saja, Pasukan Gurkha tidak sering meninggalkan senjata2 mereka dengan sengaja niscaya lebih banyak lagi yang mati. Tentera Gurkha meninggalkan senjata2 mereka karena terketuk hatinya oleh teriakan tabkbir santri2 yang cuman bawa tombak runcing, cuman bawa golok dan parang doang. Sesama muslim gitu lo….
Semangat sih semangat tetapi haruslah adil dong. Kalau strategi salah ya harus dikatakan salah. Semangat perjuangan adalah urusan lain lagi. memang serba salah. Sebagaimana umat Islam saat ini. Kagak berani mengutik2 umat terdahulu karena takut ini itu. Kagak ada yang berani mengutak atik “Pahlawan2 masa lalu”.
Bahkan pahlawan yang belum seratus tahun aja jengah dan bakalan dikutuki banyak orang apalagi pahlawan2 seribu empat ratus tahun yang lalu. Yang menyampaikan agama pada kita.
Mungkin juga akan ada yang menuduh saya tidak patriotik. Hehehe… yo ben sakarepmu…!
Ditulis dalam ke-Indonesiaan-ku | Leave a Comment »
Maret 26, 2009 oleh lingkarluar
PDIP memperjuangkan sembako murah?
Sembako murah hanya tepat bagi kaum buruh dan tidak akan berguna untuk kaum tani. Sembako murah adalah sebuah upaya untuk mempertahankan upah buruh yang murah. Karena jelas upah buruh murah hanya bisa dilaksanakan jika sembako murah.
Namun sembako murah jelas menuntut harga beli yang murah dari produsen sembako di seluruh level. Kecuali ada subsidi “gila-gilaan”. So, tidak realistis. Hanya semacam iming-iming permen pada anak-anak saja. Jika PDIP menang maka itulah jumlah anak-anak di Indonesia. Hehehehe…
Kesejahteraan harusnya tidak dicapai dengan memurahkan sembako tetapi dengan meningkatkan pendapatan real masyarakat. Masih banyak pilihan yang lebih baik daripada program sembako murah. Tak ada masalah layanan dan barang-barang semahal apapun sepanjang memiliki uang untuk membelinya. Bukankah demikian adanya?
Bukankah jauh lebih baik memperjuangkan peningkatan income daripada kita mengharapkan murahnya harga-harga? Motivasi yang jauh lebih baik daripada mempertahankan mentalitas kemiskinan.
Ditulis dalam ke-Indonesiaan-ku | Leave a Comment »