Hari ini membacai Pikiran Rakyat yang mengulas BLA. Ternyata gudang2 senjata yang diledakkan cuman dikit. Ternyata setelah kembali dari pengungsian banyak yang telah menguasai tanah2 pengungsi. Jelas bangsa sendiri pelakunya. Ternyata setelah kembali dari pengungsian banyak yang kedinginan kagak punya rumah karena di-obonk.
Udah gitu gak mau ngaku kalau maunya meniru strategi perang di Eropa. Jadi ingat kata guruku sejarah di SMA. Mungkin meniru strategi Rusia menghadapi serbuan Nazi. Karena hanya mereka yang tahu kalau musim dingin di Rusia adalah mematikan. Sedangkan musim dingin di Bandung justru menyejukkan buat tentara2 Sekutu. Udah biasa hidup di freezer mereka. Ingat, negeri Eropa adalah sebuah Freezer mahaluas.
Tidur di udara terbuka Bandung sama sekali tidak membawa masalah buat mereka. So, dimana letak benefit objektif dari peristiwa Bandung Lautan Api. Saat ini biasanya hanya dikutip masalah semangatnya tanpa pernah berani membicarakan benefitnya bagi perjuangan bangsa. Kesia2an ataukah sebuah strateji jitu? Karena tugas tentera sekutu hanyalah melucuti tentara Jepun di Indonesia dengan masa tugas sampai tahun 1946. Then Belanda sebagai pemilik sah menurut hukum internasional masa itu akan datang. Pendahuluannya pun telah mengorbankan ribuan rumah rakyat. Meninggalkan konflik agraria-horisontal yang parah. Juga 20.000
mati di Surabaya.
Jika saja, Pasukan Gurkha tidak sering meninggalkan senjata2 mereka dengan sengaja niscaya lebih banyak lagi yang mati. Tentera Gurkha meninggalkan senjata2 mereka karena terketuk hatinya oleh teriakan tabkbir santri2 yang cuman bawa tombak runcing, cuman bawa golok dan parang doang. Sesama muslim gitu lo….
Semangat sih semangat tetapi haruslah adil dong. Kalau strategi salah ya harus dikatakan salah. Semangat perjuangan adalah urusan lain lagi. memang serba salah. Sebagaimana umat Islam saat ini. Kagak berani mengutik2 umat terdahulu karena takut ini itu. Kagak ada yang berani mengutak atik “Pahlawan2 masa lalu”.
Bahkan pahlawan yang belum seratus tahun aja jengah dan bakalan dikutuki banyak orang apalagi pahlawan2 seribu empat ratus tahun yang lalu. Yang menyampaikan agama pada kita.
Mungkin juga akan ada yang menuduh saya tidak patriotik. Hehehe… yo ben sakarepmu…!