“]
![Jaman Edan, Yen Ora Edan Isih Keduman [Ronggo Jamboel]](http://lingkarluar.files.wordpress.com/2008/08/edan.jpg?w=130&h=98)
Jaman Edan, Yen Ora Edan Isih Keduman [Ronggo Jamboel
Baru aja usai mendengar berita gilanya calon bupati gagal terpilih Ponorogo yang menjadi gila beneran karena terlilit utang gede-gedean eh… kakak ipar bercerita tentang Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang yang sekarang alih profesi menjadi Pedagang Gorengan. Trenyuh… Dahulunya uang 100 juta hanya dilempar sekarang harus terkucil dan rela menjadi pedagang bala-bala [bakwan].
Dikasih apel sebiji sudah sangat berterima kasih. Dan semua yang dahulu menghormat-hormat, menjilat-jilat sekarang beralih cuek bebekz. Masih mendingan itu mbak, Calbup Ponorogo uedan beneran. Habis bermilyar2 dan gagal. Mungki si oom itu tipe Risk Taker. What will happen will be will be. Duit milyaran dihamburkan demi jabatan yang sebenarnya adalah amanah. Alamat bakal korup dan makin pongah jika beneran jadi. Maka dari itu seluruh elemen masyarakat harus berhati-hati dengan motif para calon eksekutif, yudikatif dan sebagainya. Yang macam gini belum ada yang ekspos atuh. Kalau diadakan penelitian niscaya menarik. Siapa saja yang bangkrut karena democrazy. Korban democrazy. Gembel Democrazy.
Kepada sejarahwan, politikus, aktivis LSM dan khususnya koh Jaya Suprana MURI agar membuat catatan rekor baru tuh. Bupati/Gubernur/DPR/DPRD, dan sebagainya dengan biaya kampanye terbanyak, tersedikit. Sumbangan terbanyak, tersedikit. Agar dapat menjadi sebuah catatan. Negeri ini bakalan makin hancur euy, jika semua orang berlomba-lomba mengemban amanah.
Dari dahulu tetap pada pendirian: VIVAT GOLPUT…! Hidup Golput…! Gak ada yang layak untuk dicoblos jadi mengapa harus mencoblos. Ibu Mega, kalau boleh saya mau pindah warga negara dong. Bantuin atuh… Kemana aja deh. Eropa oke, Amrik oke, Iran oke, Lebanon juga okeh. Kebagusan yang gak okeh…