Kekekalan Penghuni Neraka dalam Qur’an

By lingkarluar
Jika Bisa Memilih Syurga Mengapa Harus ke Neraka

Jika Bisa Memilih Syurga Mengapa Harus ke Neraka

Keberadaan Syurga dan Neraka adalah sebuah konsep yang sangat terang dalam seluruh agama tidak hanya Islam. Agama Nasrani dengan ideologi cinta kasihnya sangat menekankan konsep syurga bagi pemeluknya sehingga sampai pada kondisi banyak pemeluknya yang tidak dapat menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan neraka. Bahkan banyak di antara mereka yang menyatakan bahwa seluruh manusia pada akhirnya akan masuk ke dalam syurga. Permasalahannya adalah adanya perbedaan kapling. Ada sebagian yang menyatakan bahwa neraka adalah kapling tingkat rendah dalam syurga. Secara konsep resmi teologis gereja yang menjelaskan apa itu neraka –yang dianggap sebagai konsekuensi jika tidak mengakui Kristus- belum kami ketahui. Pemahaman tentang neraka di kalangan Nasrani yang dituliskan dalam artikel ini semata-mata hasil ngobrol belaka. Bukan hasil sebuah penelitian ilmiah sama sekali.

Agama Hindu juga memiliki konsep syurga dan neraka. Budha memiliki konsep Nirvana dan reinkarnasi terus-menerus jika manusia tidak dapat memutus siklus derita hidup di dunia. Studi tentang konsep syurga dan neraka menurut berbagai agama dapat menjadi sebuah studi ilmiah yang cukup menarik. Apalagi jika tinjauan tidak hanya secara tekstual namun juga sampai level pemahaman pemeluknya.

Dengan mengetikkan kata neraka di program Qur’an dijital ditemukan 208 ayat yang mengandungi kata neraka di dalam terjemahnya. Jika ditelusuri secara manual mungkin akan mendapatkan lebih banyak lagi. Kita dapat mengambil pelajaran tentang gambaran dan karakteristik neraka,  sebab manusia masuk ke dalamnya (agar kita mencegah diri dari berbuat demikian), dan sebagainya. Temuan yang akan diuraikan dalam artikel ini adalah konsep keabadian penghuni neraka yang ditegaskan Allah SWT dalam banyak ayat.

TERNYATA…! Setiap penjelasan tentang penghuni neraka selalu diikuti dengan penjelasan yang mengejutkan: ’abadan, abadi, kekal, abadi kekal selama-lamanya. Lantas, darimana umat Islam memperoleh kepercayaan bahwa seluruh pengucap syahadat (muslim) pada akhirnya akan masuk ke dalam syurga setelah dicuci bersih dosanya di dalam neraka. Insyaalah, penulis akan melakukan penelitian lebih mendalam terkait adanya kepercayaan dimaksud. Dari manakah asal-muasalnya, sumber-sumber referensinya dan kebenaran atau kebatilannya. Penulis telah menulis artikel perihal tidak adanya jaminan bahwa setiap muslim akan selamat. Yang ada hanyalah jaminan bagi mukmin. Artikel dimaksud juga menjelaskan karakteristik mukmin. Selama ini perbedaan konsep muslim dan mukmin masih terlihat samar.

Al Qur’an telah menetapkan kebatilan kepercayaan dimaksud. Apakah kepercayaan tersebut masih dapat dikompromikan dengan Al Qur’an? Sepertinya mustahil, karena ayat yang menjelaskannya termasuk ketogori ayat yang terang-benderang dan tidak memungkinkan adanya penafsiran lain. Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.” Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?(QS 2: 80) Hal itu adalah karena mereka mengaku: “Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang dapat dihitung”. Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan. (QS 3: 24)

Ataukah setiap pengucap syahadat tak peduli betapapun kelam dosanya tetap masuk syurga sedari awal tanpa pencucian dosa di neraka? Bagaimana bisa? Marilah kita menelitinya bersama-sama. Apakah janji keselamatan meliputi seluruh umat Islam, seluruh kaum muslimin tanpa kecuali?

Mereka Kekal Di Dalamnya 1

2:39 Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

2:81 yang benar: barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

2:217 Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi  dari jalan Allah, kafir kepada Allah, Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar  di sisi Allah. Dan berbuat fitnah  lebih besar  daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka  mengembalikan kamu dari agamamu, seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

2:257 Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan. Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

2:275 Orang-orang yang makan  riba  tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran  penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata, sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti, maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu; dan urusannya  kepada Allah. Orang yang kembali, maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

3:116 Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

4:14 Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.

4:169 kecuali jalan ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

5:37 Mereka ingin keluar dari neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya, dan mereka beroleh azab yang kekal.

7:36 Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

9:17 Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka. (siapakah musyrik yang memakmurkan masjid? Tentunya mereka yang mengaku sebagai muslim.)

9:63 Tidaklah mereka  mengetahui bahwasanya barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka jahanamlah baginya, kekal mereka di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar.

9:68 Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela’nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal. (Seluruh kaum munafik baik dahulu maupun sekarang. Termasuk pula kaum munafik yang berada di sekitar Nabi yang saat ini diatributkan status sebagai Sahabat Nabi padahal jika meneliti sejarah dan teks akan ditemui sesungguhnya mereka adalah musuh-Nya.)

10:27 Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

13:5 Dan jika  yang kamu herankan, maka yang patut mengherankan adalah ucapan mereka: “Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya  akan  menjadi makhluk yang baru?” Orang-orang itulah yang kafir kepada Tuhannya; dan orang-orang itulah belenggu di lehernya; mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

16:29 Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahannam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu.

23:103 Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.

39:72 Dikatakan : “Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya” Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.

40:76 : “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong “.

41:28 Demikianlah balasan terhadap musuh-musuh Allah, neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai balasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Kami.

43:74 Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahannam.

58:17 Harta benda dan anak-anak mereka tiada berguna sedikitpun  mereka dari azab Allah. Mereka itulah penghuni neraka, dan mereka kekal di dalamnya.

59:17 Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa sesungguhnya keduanya ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim.

64:10 Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

72:23 Akan tetapi  menyampaikan  dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.

98:6 Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.

Mereka Kekal di Dalamnya 2

Al Qur’an juga mengungkapkan kekekalan penghuni neraka dalam pilihan kalimat yang berbeda tetapi maknanya tetap sama yaitu kekal di dalamnya.

2:167 Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya kami dapat kembali, pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.

21:99 Andaikata berhala-berhala itu Tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. Dan semuanya akan kekal di dalamnya.

22:19 Inilah dua golongan  yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. (Peperangan di awal sejarah Islam antara kaum muslimin melawan kaum muslimin maka salah satu golongan pasti kafir. Tidak mungkin semuanya masuk syurga tanpa kecuali. Juga jelas bahwa berhala yang dimaksud adalah orang. Jika yang dimaksudkan hanyalah berhala batu maka untuk apa masuk neraka. Dus, yang dimaksudkan adalah tokoh yang dicintai padahal hakikatnya adalah musuh Tuhan.)

(Sekali lagi, untuk apa berhala masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya? Terdapat indikasi yang nyata bahwa yang dimaksud dengan berhala dalam ayat di atas adalah dari golongan manusia yang diberhalakan oleh manusia lainnya. Dipandang memiliki kesucian dan ketinggian padahal di mata Tuhan adalah berhala. Adakah manusia yang disucikan Tuhan dan dapat menjadi penolong? Banyak ayat yang menyebutkan keberadaan manusia-manusia yang sedemikian dekat dengan Allah sehingga diberikan ijin untuk memberikan syafaat-Nya. Namun konteks pembahasan kali ini belum mengarah ke tema dimaksud. Umat Islam sejak dahulu bertengkar perkara agama dan jelas bahwa tidak seluruhnya selamat. Ada golongan yang dipandang kafir. Siapakah mereka?)

22:22 Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya, “Rasailah azab yang membakar ini”.

32:20 Dan adapun orang-orang yang fasik  maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya.”

35:37 Dan mereka berteriak di dalam neraka itu : “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

45:35 Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat.

82:16 Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu.

2 Tanggapan ke “Kekekalan Penghuni Neraka dalam Qur’an”

  1. ssstttt! Berkata:

    Sok tau tea… Kalau cuman hasil ngobrol, ya nggak usah ditulis dunkk

    • Semangat Sembiring Berkata:

      Perkataan Al-Qur’an adalah benar dan bukan rekayasa tangan manusia. Siapa-siapa manusia yang mendustai akan kebenaran ayat-ayat ALLOOOH, niscaya dia diakhirat sana akan dimasukkan kedalam Neraka Jahannam. Mereka kekal didalamnya

Tinggalkan Balasan